Ad Code

Responsive Advertisement

KISAH ABDULLAH BIN RAWAHAH, SAHABAT RASULULLAH YANG TEGAS TOLAK SUAP.

Kredit: Squirrel_photos from Pixabay
 
Abdullah bin Rawahah merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW. Ia salah satu dari dua belas orang pertama yang menyatakan keislaman dari kalangan Anshar sebelum terjadinya Hijrah.

Abdullah bin Rawahah mahir membuat puisi. Nabi Muhammad sangat menyukai dan menikmati rangkaian kata-kata dalam syair-syair yang dibuatnya.

Semenjak masuk Islam, Rasulullah mendorongnya agar lebih tekun membuat syair. Kemampuan membuat syair kemudian Abdullah bin Rawahah baktikan untuk kejayaan Islam.

Tak hanya dikenal sebagai penyair, Abdullah bin Rawahah rupanya sosok yang jujur dan tegas.

Suatu ketika, Nabi Muhammad menugaskan Abdullah bin Rawahah untuk mengecek harta benda masyarakat Khaibar untuk keperluan penarikan jizyah (pajak bagi penduduk non-Muslim). Khaibar merupakan tempat tinggal kaum Yahudi.

Abdullah bin Rawahah langsung datang ke wilayah tersebut. Di sana, ia memeriksa dan menaksir jumlah kurma yang masih menggantung di atas pohon milik masyarakat Khaibar. Sesuai kesepakatan, masyarakat Khaibar harus membayar pajak karena tinggal di wilayah kekuasaan Islam.

Saat tengah memeriksa jumlah kurma, masyarakat Khaibar mencoba memberi suap kepada pria yang berasal dari Bani Kharaj itu. Mereka menyerahkan perhiasan dengan harapan Abdullah bin Rawahah mengurangi taksiran dan memberikan keringanan pajak. Demikian dalam buku Akhlak Rasul menurut Al-Bukhari dan Muslim.

Namun, Abdullah bin Rahawah secara tegas langsung menolak suap yang ditawarkan penduduk Khaibar. Ia menegaskan, harta suap adalah harta haram.

"Harta sogokan (risyhwah) yang kalian tawarkan kepadaku adalah harta haram. Kami tidak akan memakannya," tegas Abdullah bin Rawahah.

 

Sumber: Merdeka.com

Post a Comment

0 Comments